Berita
ISPU Jambi Tembus 300, Al Haris Minta Warga Waspada dan Gunakan Masker
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi
Jambi. Kondisi tersebut membuat kualitas udara memburuk hingga masuk kategori
sangat tidak sehat bahkan berbahaya.
Berdasarkan hasil pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara
(ISPU) di sejumlah wilayah Jambi tercatat menembus angka di atas 300. Kondisi
ini menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,
khususnya kelompok rentan.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengimbau masyarakat agar tetap
tenang dan tidak panik dalam menghadapi kondisi kabut asap yang terjadi saat
ini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, bijaksana,
dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker
saat beraktivitas di luar rumah,” ujar Al Haris, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah
penting untuk melindungi masyarakat dari paparan asap. Dengan perlindungan
tersebut, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari
dengan lebih aman.
Al Haris juga menanggapi berbagai anggapan publik mengenai
penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Ia memastikan
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Satgas Karhutla terus melakukan upaya
penanganan secara maksimal.
Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penambahan
personel dan peralatan hingga penerapan metode penanganan lainnya untuk
mendukung proses pemadaman di sejumlah titik karhutla.
Selain penanganan di lapangan, Pemprov Jambi juga menyiapkan
sejumlah langkah antisipasi apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Di antaranya penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi
peserta didik serta kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi
aparatur sipil negara (ASN).
Kebijakan tersebut akan diterapkan dengan mempertimbangkan
perkembangan kondisi kualitas udara dan situasi di lapangan.
Di tengah kondisi tersebut, Al Haris juga mengajak seluruh
masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang
berpotensi memicu kebakaran, sehingga kondisi kabut asap di Jambi tidak semakin
memburuk.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menangani karhutla.
Namun, pencegahan juga membutuhkan partisipasi masyarakat agar kebakaran tidak
kembali meluas dan kualitas udara dapat segera membaik.
