Berita
Gubernur Al Haris Dukung Inovasi Tanam Bambu di Lahan Gambut untuk Cegah Karhutla
Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH bersama Komandan
Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., Bupati Tanjung Jabung
Timur Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T., dan Manager Distrik VII PT Wirakarya Sakti
(WKS) Kurniawan menghadiri Pemaparan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
(Karhutla) di Lahan Gambut Perspektif Regulasi Pencegahan Karhutla di Lahan
Gambut oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
Kegiatan berlangsung di PT. Wirakarya Sakti Distrik VII,
Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (21/09/2026) siang.
Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan
apresiasi atas berbagai upaya pencegahan Karhutla yang telah dilakukan selama
ini. Menurutnya, praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar oleh masyarakat
sudah mulai dapat diminimalisir.
“Usahanya banyak, itu yang memang luar biasa. Kendala kami
hari ini memang kita akui bahwa kalau yang namanya kebun masyarakat, sudah
mulai kita minimalisir. Dengan banyaknya kampanye-kampanye dari teman-teman,
dari Kapolsek dan Danramil, Babinsa semuanya. Kampanye tentang sanksi dan
sebagainya. Artinya masyarakat sudah bisa ngerem lah,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi
juga telah membuat program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Namun diakui
masih terdapat kendala, yakni terkait kepemilikan lahan itu sendiri.
Saat ini, lanjutnya, sekitar 40 persen kebakaran lahan
terjadi di lahan masyarakat, sementara sisanya berada di kawasan Taman
Nasional, Tahura, dan kawasan konservasi.
Terkait hal tersebut, Gubernur Al Haris menyatakan akan
berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mendorong regulasi yang
memungkinkan pengambilan langkah-langkah konkret di lahan gambut.
“Saya waktu rapat terakhir saya mau ngomong ke Pak Menteri
Kehutanan, kita akan mengambil langkah-langkah. Kita ingin ada regulasi yang
mengatur kita boleh mengambil langkah-langkah di lahan gambut,” katanya.
Salah satu masukan yang dinilai sangat bagus dan disetujui
oleh Gubernur Al Haris adalah penanaman bambu di lahan gambut sebagaimana yang
dipaparkan oleh Pangko Gabwilhan I.
“Tanam bambu di lahan gambut itu bagus saya kira. Pertama
dia memperkuat tanah, kemudian bambu juga kuat. Dan terbakar juga sulit juga.
Bambu kan mengandung air. Paling daunnya habis, batangnya tidak begitu mudah
dihabiskan oleh api. Nah saya setuju,” tegasnya.
Gubernur Al Haris menambahkan, pihaknya bersama Danrem akan
segera menindaklanjuti arahan tersebut dengan menggelar rapat bersama unsur
Forkopimda, Bupati/Wali Kota, dan dinas terkait, serta melakukan edukasi
penanaman bambu di beberapa lokasi lahan gambut.
“Mudah-mudahan nanti di lahan-lahan gambut bisa ditanam
bambu sehingga ini akan bisa mengurangi risiko bencana di lahan gambut
nantinya,” pungkas Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Tim Ahli Satgas Karhutla Mabes TNI yang juga
merupakan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Letjen TNI Kunto Arief
Wibowo dalam paparannya menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla di lahan gambut
tidak bisa disamakan dengan lahan mineral.
Menurutnya, karakteristik gambut yang menyimpan bara di
bawah permukaan atau smouldering dan sleeping fire menjadi tantangan utama,
dimana api dapat bertahan lama dan muncul kembali tanpa terdeteksi.
Pangkogabwilhan I juga menekankan doktrin Siklus Pertahanan
Gambut sebagai strategi nasional yang meliputi, Zirah untuk perlindungan
personel, Tameng sebagai langkah pencegahan, Pedang untuk pemadaman cepat dan
tuntas, serta tahap Pemulihan pasca kebakaran.
“Pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI
dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu
kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar
Pangkogabwilhan I.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi
dan Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME, Kepala Biro Administrasi
Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Arifin, SE, ME, jajaran TNI-Polri, OPD
terkait lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta manajemen PT. WKS.
