Berita
Al Haris dan Danrem Patroli Udara, Api Karhutla Masih Merayap di Gambut Tanjab Timur
Dipublish : 23 Sep 2026 09:31
Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama
Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., dan Tim
Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla)
Provinsi Jambi melakukan patroli udara memantau langsung titik kebakaran hutan
dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (21/09/2026)
siang. Usai patroli udara memantau langsung karhutla bersama Komandan Korem
042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., pada sesi wawancara dengan
rekan-rekan media Gubernur Al Haris mengemukakan bahwa dirinya bersama Danrem
baru selesai melakukan patrol udara. “Barusan saya bersama Komandan Korem
042/Gapu Jambi meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
di dua wilayah yang berdekatan, yakni kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang
dan wilayah Ladang Peris, Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar Gubernur
Al Haris.
Menurut Gubernur Al Haris, dari hasil pantauan udara, api masih terlihat aktif
dan merayap di atas lahan gambut dengan cakupan yang cukup luas.
"Dua wilayah ini berdekatan dan kita melihat memang masih ada api di situ
yang sedang merayap karena itu gambut ya, merayap terus kelihatan api masih ada
cukup luas," kata Gubernur Al Haris. Gubernur Al Haris mengakui penanganan
di lokasi tersebut tidak mudah. Tim darat kesulitan menjangkau titik api karena
harus melewati hutan belantara dengan akses yang sangat terbatas.
"Pasti itu sulit bagi tim kita untuk langsung ke sana untuk menjangkau
titik lokasi itu. Pertama aksesnya karena belantara ya, hutan belantara sangat
sulit akses untuk menuju ke lokasi itu. Kecuali waterbombing atau hujan,"
ucapnya. Gubernur Al Haris juga menyampaikan, untuk wilayah kedua di Desa
Labuan Pering, upaya pemadaman sudah dilakukan masyarakat dengan membuat sekat
bakar untuk membatasi api agar tidak merembet ke kebun milik warga. "Memang
sudah ada upaya masyarakat untuk melakukan penyekatan membatasi wilayah lahan
mereka, kebun mereka, sehingga insya Allah ini bisa bertahan, dengan catatan
kalau anginnya tidak kencang, kalau kencang repot juga," jelasnya.
Gubernur Al Haris menambahkan, pihak Pemprov sudah
mengarahkan untuk dilakukan waterbombing hari ini di lokasi Labuan Pering agar
api tidak sampai membakar kebun warga. Selain itu, pihaknya juga menunggu
potensi hujan untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). "Semoga
kalau ada bintik-bintik hujan, teman-teman dari OMC bisa juga mengambil
langkah-langkah OMC di lokasi itu," tambahnya. Terkait luas lahan
terbakar, Gubernur Al Haris menegaskan belum bisa merilis angka pasti karena
kebakaran terjadi di dua wilayah provinsi, yakni Jambi dan Sumatera Selatan.
"Kita belum bisa koreksi berapa luasnya karena ini ada dua wilayah Jambi
dan juga Sumsel. Tetapi kalau bicara api ya masih ada api yang hidup di situ,
maka tim bekerja untuk menangani itu," sebutnya.