Berita
Gubernur Al Haris Ungkap 80 Persen Karhutla di Jambi Sengaja Dibakar
Gubernur Jambi, Al Haris mengungkapkan 80 persen dari
2.975 hektarr kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi
Jambi sengaja dibakar.
Pernyataan tersebut disampaikan Al Haris di hadapan anggota
DPRD Provinsi Jambi dalam rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Nota
Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun
Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).
“Delapan puluh persen lahan terbakar sengaja dibakar, ada
tujuh puluh lima kasus di polda Jambi,” ujar Al Haris.
Menurutnya, penanganan Karhutla di Jambi saat ini masih
menjadi perhatian serius pemerintah. Selain luas lahan yang terbakar,
keberadaan titik panas dan titik api juga terus dipantau untuk mencegah
kebakaran meluas.
Al Haris mengungkapkan terdapat 134 titik hotspot, sementara
titik api yang masih menjadi perhatian berada di sejumlah wilayah, yakni
Kumpeh, Sungai Gelam, Bajubang, serta kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.
“Titik hospot ada 134 titik, titik api ada 4 di Kumpeh,
Sungai gelam, Bajubang, dan Taman Nasional Berbak Sembilan,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemprov Jambi
terus mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk operasi pemadaman melalui
udara.
“Ada 4 waterbombing yang terus kita turunkan untuk lahan
yang terbakar,” ungkap Al Haris.
Selain itu, sebanyak 81 posko telah dioperasikan untuk
mendukung penanganan Karhutla di Provinsi Jambi . Total sekitar 7.302 personel
dari berbagai unsur turut dilibatkan, mulai dari TNI/Polri, Manggala Agni,
BPBD, masyarakat peduli api hingga relawan.
