Berita

Dukungan untuk Kafilah Jambi, Gubernur Al Haris Hadir Langsung di Pembukaan MTQ Nasional 2026

Dipublish : 15 Sep 2026 10:43

Dukungan penuh terhadap kafilah Provinsi Jambi kembali ditunjukkan Gubernur Jambi Al Haris. Ia hadir langsung bersama Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/9/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus penyemangat bagi para peserta yang membawa nama Jambi dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.

Dalam kesempatan itu, Al Haris tampak menyapa langsung para peserta asal Provinsi Jambi yang mengikuti pawai kafilah. Kehadirannya di tengah para peserta turut menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Sebanyak 54 peserta asal Provinsi Jambi ambil bagian dalam MTQ Nasional 2026. Mereka akan berkompetisi pada tujuh cabang perlombaan, yakni Tilawah, Tahfizh Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khatth Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Tak hanya memberikan dukungan moral, Al Haris juga menyiapkan motivasi tambahan bagi para kafilah Jambi yang mampu mengukir prestasi pada ajang nasional tersebut.

Bahkan, pemerintah Provinsi Jambi berencana meningkatkan besaran bonus bagi para juara pada tahun anggaran 2027. Juara pertama akan memperoleh bonus sebesar Rp100 juta, juara kedua Rp75 juta, juara ketiga Rp50 juta, dan juara keempat Rp30 juta.

Besaran tersebut meningkat dibandingkan bonus yang telah dianggarkan dalam APBD Provinsi Jambi tahun 2026. Untuk tahun ini, juara pertama mendapatkan Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, dan juara ketiga Rp30 juta.

Kebijakan peningkatan bonus tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan para peserta yang membawa nama Provinsi Jambi di tingkat nasional.

Di sisi lain, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan bahwa MTQ Nasional 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi membaca, menghafal, menafsirkan maupun menulis Al-Qur’an.

Menurutnya, MTQ harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara bacaan Al-Qur’an dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan keteladanan.

“MTQ ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan tauladan,” kata Menteri Agama.

Ia menegaskan, tantangan peserta MTQ tidak berhenti pada kemampuan menjadi qari, hafizh, mufasir maupun kaligrafer.

Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan keteladanan di tengah masyarakat.

“Tantangan terbesar peserta MTQ bukan hanya menjadi Qori, Hafizh, mufasir, dan kaligrafer. Tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Menteri Agama juga menyampaikan adanya perubahan pola pelaksanaan agenda musabaqah Al-Qur’an secara nasional. Kementerian Agama memutuskan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tidak lagi dilakukan setiap tahun.

“Kemenag memutuskan setiap tahun kita tidak lagi melakukan STQ, tetapi MTQ,” pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat para peserta, kafilah Jambi diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Provinsi Jambi pada MTQ Nasional 2026 di Semarang.

Pencarian


Berita Terbaru

Laporan Cuaca di Jambi

Sumber Data Cuaca: prakiraan cuaca