Berita
Dari Kerinci ke Pasar Dunia, Ariansyah Paparkan Strategi Kopi Jambi Go Global
Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan sejumlah strategi untuk
meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar ekspor kopi Kerinci ke Eropa dan Asia.
Strategi itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., saat menjadi
narasumber dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan
Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026).
Ariansyah mengatakan, pengembangan kopi Kerinci harus
dilakukan dengan mengedepankan kualitas serta karakteristik produk.
“Kita mendorong kopi arabika dan robusta Kerinci didorong
untuk dikembangkan sebagai premium speciality coffee, termasuk melalui konsep
single origin, indikasi geografis, hingga produk bernilai tambah,” kata
Ariansyah.
Produk yang dikembangkan tidak hanya berupa green bean,
tetapi juga roasted coffee, ground coffee, micro-lot, serta kopi dengan metode
pengolahan honey dan natural.
Untuk memperluas pasar, Pemprov Jambi membidik sejumlah
negara di Eropa dan Asia. Di antaranya Belgia, Belanda, Jerman, Italia,
Prancis, Inggris, China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Singapura
hingga Uni Emirat Arab.
“Strategi ini harus dilakukan secara terintegrasi, mulai
dari peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan petani, promosi, hingga
memastikan kopi Kerinci memiliki akses langsung ke pasar ekspor,” ujar
Ariansyah.
Selain meningkatkan kualitas produk, Ariansyah juga
mendorong penerapan konsep satu desa satu profil kopi. Setiap produk kopi,
diharapkan memiliki identitas dan karakteristik yang jelas sehingga lebih mudah
dikenali oleh konsumen maupun buyer internasional.
Konsep tersebut juga akan diperkuat dengan sistem
traceability menggunakan QR Code. Melalui sistem itu, konsumen dapat mengetahui
informasi mengenai petani, lokasi kebun, varietas kopi hingga proses
pengolahannya.
Menurut Ariansyah, ketertelusuran produk menjadi bagian
penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus mempersiapkan kopi
Kerinci menghadapi tuntutan pasar global.
Hal itu termasuk menghadapi regulasi perdagangan
internasional, khususnya ketentuan Uni Eropa mengenai ketertelusuran produk dan
komoditas yang bebas dari deforestasi.
Untuk memperkuat ekosistem ekspor, Pemprov Jambi juga
mendorong pembentukan Kerinci Coffee Export Center. Pusat tersebut nantinya
diarahkan menjadi fasilitas terpadu yang mendukung pengendalian mutu dan
grading, laboratorium cupping, roasting dan pengemasan, pergudangan,
sertifikasi hingga business matching dengan calon pembeli.
Standar produksi juga menjadi perhatian. Para petani dan
pelaku usaha kopi didorong menerapkan prinsip Good Agricultural Practices, Good
Processing, Good Storage hingga Good Export.
Pemprov Jambi juga menyiapkan pembentukan Jambi Coffee
Export Task Force sebagai wadah koordinasi lintas sektor. Tim tersebut nantinya
melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Kementerian Perdagangan,
perwakilan RI di luar negeri, koperasi hingga eksportir.
Keberadaan tim ini diarahkan untuk mencari calon pembeli
potensial, membuka akses pasar baru serta memastikan keberlanjutan kontrak
ekspor kopi Jambi.
Selain itu, Ariansyah juga menekankan pentingnya penguatan
promosi berbasis digital. Strategi tersebut dilakukan melalui website, katalog
digital, video profil produk, serta media sodial.
Tak hanya menunggu buyer dari luar negeri, Pemprov Jambi
juga mendorong agar calon pembeli datang langsung ke Kerinci melalui program
Buyer to Kerinci.
Program tersebut akan mempertemukan buyer dengan petani dan
pelaku usaha melalui kunjungan ke kebun, melihat proses pengolahan, mengikuti
cupping, festival kopi hingga business matching.
“Buyer harus kita datangkan langsung ke Kerinci. Mereka bisa
melihat kebun, proses pengolahan dan kualitas kopi secara langsung,” jelasnya.
Untuk memperkuat jalur ekspor kopi, Pemprov Jambi mendorong
penguatan infrastruktur dan layanan ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku,
fasilitas pergudangan, kontainer hingga layanan freight forwarding.
Selama ini, akses distribusi dan ekspor kopi masih
berpotensi bergantung pada daerah lain.
Di saat yang sama, nilai tambah produk juga akan terus
ditingkatkan. Kopi Jambi tidak hanya dipasarkan dalam bentuk green bean, tetapi
dikembangkan menjadi roasted coffee, ground coffee, capsule hingga drip bag.
Produk tersebut nantinya diarahkan memiliki merek yang kuat
sehingga mampu bersaing dan memiliki posisi di pasar kopi global.
Pemprov Jambi menargetkan kopi Jambi mampu menembus 15
hingga 20 negara tujuan ekspor, memiliki 30-50 buyer aktif, melahirkan lebih
dari 10 koperasi ekspor, serta melibatkan ribuan petani yang tersertifikasi.
Selain itu, pemerintah menargetkan seluruh produk kopi
memiliki sistem traceability, memperkuat posisi di pasar specialty coffee dan
produk olahan, serta meningkatkan volume ekspor yang dilakukan melalui Jambi.
Dalam jangka panjang, seluruh strategi tersebut diarahkan
untuk membangun “Kopi Kerinci Go Global” sebagai salah satu merek kopi asal
Indonesia yang dikenal dan memiliki daya saing di pasar dunia.
