Berita

Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026, Ariansyah Tekankan Penguatan Ekosistem Kopi

Dipublish : 15 Sep 2026 10:36

Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong komoditas kopi Kerinci naik kelas, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui penguatan ekosistem yang mampu membuka akses pasar hingga ke tingkat internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, ME, saat mewakili Gubernur Jambi Al Haris membuka Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ariansyah menegaskan Kerinci memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Provinsi Jambi. Potensi itu, menurutnya, harus diikuti dengan pengelolaan yang terintegrasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.

“Pengembangan kopi Kerinci ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri,” ujar Ariansyah.

Ia menilai Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi kopi Kerinci sekaligus memperluas jejaring pasar kopi Jambi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Ariansyah, penguatan ekosistem kopi membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan hingga mitra pasar.

“Saya berharap semakin terbuka peluang investasi dan kemitraan yang sehat antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan, serta mitra pasar,” katanya.

Ariansyah juga menegaskan festival tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sekadar ajang promosi produk kopi.

Lebih jauh, festival diharapkan menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani kopi.

“Kita ingin festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi kopi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan budaya,” pungkasnya.

Optimisme terhadap masa depan kopi Kerinci semakin kuat dengan adanya pelepasan ekspor kopi ke sejumlah pasar internasional yang dirangkai dalam Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026.

Sebanyak 7 ton kopi Kerinci dilepas untuk ekspor ke Kanada dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar. Pada kesempatan yang sama, kopi Kerinci juga diekspor ke Malaysia kepada dua buyer dengan volume 7 ton dan nilai sekitar Rp1,2 miliar.

Penguatan pasar global juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Alko dan Royal Coffee dari Amerika Serikat untuk ekspor kopi Kerinci.

Melalui kerja sama tersebut, ekspor dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November 2026 dengan volume masing-masing satu kontainer. Total nilai kerja sama diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.

Tak hanya membuka akses pasar, pengembangan komoditas kopi Kerinci juga mulai diperkuat melalui akses pembiayaan bagi petani.

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menyalurkan bantuan untuk memperkuat usaha agroforestri kopi bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial.

Pada tahap pertama, penyaluran dilakukan di Kerinci dan Bengkulu kepada 100 petani binaan dengan nilai hingga Rp1,5 miliar.

Program tersebut kemudian akan dilanjutkan pada tahap kedua dengan target 800 petani, serta tahap ketiga yang menyasar 2.500 petani binaan ALKO.

Secara keseluruhan, program penguatan pembiayaan tersebut ditargetkan mencapai penyaluran sebesar Rp37,5 miliar hingga 2027.

Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri Direktur Penyaluran Dana BPDLH, jajaran Pemkab Kerinci, Bapak Kopi Indonesia Prof. Surip Mawardi, Ketua Dewan Kopi Indonesia Syafrudin, Ketua Asosiasi Kopi Kerinci, Ketua Dekopi Jambi, Ketua ASKI Jambi, Kepala Loka POM Bungo, perwakilan Bank Indonesia KWP Bengkulu, Bank BNI Sungai Penuh, Bank BRI Sungai Penuh, perwakilan Root Capital USA, NPMU (PEA) Forest Program IV, Warsi, buyer dari Royal Coffee USA, Perancis, Vietnam dan Malaysia, pengamat serta penulis kopi asal Spanyol, camat, kepala desa, dan jajaran kepolisian setempat.

Pencarian


Berita Terbaru

Laporan Cuaca di Jambi

Sumber Data Cuaca: prakiraan cuaca