Berita
M. Umar Tegaskan Disdik Jambi Perkuat Pengawasan dan Pendidikan Karakter Pelajar
Kedisiplinan pelajar tingkat SMA/SMK di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius
Pemerintah Provinsi Jambi.
Hal ini menyusul temuan Gubernur Jambi, Al Haris, yang
mendapati sejumlah siswa masih berkeliaran di jalanan dengan mengenakan seragam
sekolah usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Bukannya langsung kembali ke rumah, para siswa tersebut
justru terlihat bergerombol di sejumlah kawasan, termasuk di sekitar Kecamatan
Telanaipura, Kota Jambi.
Kondisi itu membuat Gubernur Al Haris meminta Dinas
Pendidikan Provinsi Jambi segera melakukan evaluasi dan memperkuat pengawasan
terhadap aktivitas pelajar di luar lingkungan sekolah.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jambi, M. Umar, memastikan pihaknya segera mengambil langkah konkret.
Menurutnya, penguatan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam membentuk
karakter peserta didik.
“Tentu kami mengapresiasi arahan Bapak Gubernur terkait
dengan peningkatan karakter peserta didik kita. Kita akan segera melaksanakan
evaluasi terkait kebijakan kita untuk memperkuat sosialisasi pencegahan secara
menyeluruh,” ujar Umar.
Umar mengatakan, evaluasi dan sosialisasi akan diarahkan
pada sejumlah persoalan yang berpotensi mengancam perkembangan generasi muda.
Di antaranya penolakan terhadap paham kekerasan, pencegahan perundungan atau
bullying, bahaya judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga larangan keras
bagi pelajar terlibat geng motor.
Intensitas sosialisasi di sekolah, kata Umar, akan
ditingkatkan sebagai bagian dari tindak lanjut atas arahan Gubernur Jambi.
“Kita juga akan meminta kepada masing-masing kepala sekolah
untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan peningkatan karakter
peserta didik,” jelasnya.
Umar menambahkan, hampir seluruh sekolah, khususnya di Kota
Jambi, telah melakukan sosialisasi terkait pencegahan keterlibatan pelajar
dalam geng motor.
Hal itu dinilai penting mengingat Kota Jambi berdasarkan
informasi yang diterima memiliki angka keterlibatan geng motor yang cukup
tinggi.
Meski demikian, Disdik Jambi membutuhkan data yang lebih
akurat untuk menjadi dasar evaluasi dan menentukan langkah penanganan
selanjutnya.
Sementara itu, terkait insiden keributan yang melibatkan
sejumlah remaja di kawasan WTC beberapa waktu lalu, Umar memastikan belum
ditemukan adanya siswa SMA sederajat yang terlibat.
