Berita
Cegah Kabut Asap dan Kerusakan Lingkungan, Gubernur Al Haris Pimpin Apel Siaga Darurat Karhutla 2026
Gubernur Jambi, Al Haris, memimpin langsung Apel Siaga
Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi
Jambi Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Korem 042/Garuda Putih, Kota Jambi,
Rabu (10/6/2026).
Apel siaga tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi
Jambi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan
lahan seiring masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prediksi cuaca, puncak musim kemarau di Provinsi
Jambi diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Dalam amanatnya, Al Haris mengungkapkan bahwa hingga 6 Juni
2026 tercatat sebanyak 1.205 hotspot dengan luas lahan terdampak mencapai lebih
dari 121 ribu hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak
untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan sejak dini.
“Berdasarkan SK Gubernur Jambi, terhitung tanggal 27 April
2026 sampai 30 November, diharapkan sekluruh Bupati, Walikota, Tni, Polri dan
stakholder untuk menggerakkan sekurih sumber daya untuk menanggulangi karhutla
di Jambi,” ujar Al Haris.
Menurut Al Haris, Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan
lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan
masyarakat.
“Karhutla menimbulkan dampak negatif seperti, kerusakan
ekologis, perubahan iklim, dampak kesehatan, dampak ekonomi, dan mengganggu
pelayanan pendidikan, serta aktifitas masyarakat, dan transfortasi,” katanya.
Al Haris menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus
dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar kebakaran tidak meluas. Selain
menyebabkan kerugian material akibat rusaknya lahan produktif dan lahan gambut,
kebakaran juga berpotensi memicu berbagai penyakit akibat kabut asap.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel yang terlibat
untuk meningkatkan kesiapsiagaan sehingga setiap kejadian Karhutla dapat segera
dipadamkan dan ditangani secara efektif.
Pada kesempatan tersebut, Al Haris juga menyoroti program
Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang terus didorong pemerintah sebagai
solusi bagi masyarakat dalam membuka lahan secara aman dan ramah lingkungan.
“Kita membuka program PLTB, ini bentuk pemerintah dalam
memberikan solusi kepada masyarakat sehingga ekonomi nereka terkendali dengan
baik dan dikerjakan oleh pemerintahan menggunakan alat berat,” imbuhnya.
Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni,
perusahaan, serta seluruh peserta apel yang selama ini aktif mendukung upaya
pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Kami mengapresiasi kepada rekan-rekan formkomp dan peserta apel semoga apel ini dapat meningkatkan sinergi dalam menganggulangi kargutla di Provinsi Jambi,” pungkasnya.
