Berita

Atasi Desa "Blank Spot" Internet, Pemprov Jambi Jemput Bola ke Komdigi

Dipublish : 28 Apr 2026 09:52

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menempuh strategi jemput bola ke pemerintah pusat untuk mengatasi masih banyaknya desa yang mengalami blank spot internet. Langkah itu dilakukan dengan mendatangi langsung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Jakarta. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi Ariansyah memimpin audiensi bersama delapan Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Jambi pada Senin (9/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ariansyah memaparkan kondisi riil akses internet di Jambi yang hingga kini belum merata, terutama di wilayah pedalaman. “Di Provinsi Jambi masih banyak desa yang belum tersentuh akses internet. Kondisi ini menghambat pembangunan digital, pendidikan, serta pelayanan publik bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Ariansyah menyebutkan, desa-desa yang masih mengalami blank spot sinyal tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo.

Selain meminta dukungan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, Pemprov Jambi juga mengusulkan program training of trainers (ToT) talenta digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ASN dalam mendukung layanan publik berbasis digital, sekaligus mendorong implementasi program Satu Data Indonesia di tingkat daerah. “Dengan dukungan Komdigi, kami optimistis Jambi bisa segera keluar dari ketertinggalan akses dan cakupan internet,” kata Ariansyah.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus (Stafsus) Komdigi Menteri Arnanto Nurprabowo menyambut baik inisiatif Pemprov Jambi yang datang langsung menyampaikan kebutuhan daerah. “Kami akan memprioritaskan Jambi lebih tinggi dari daerah lain. Kunjungan khusus seperti ini menunjukkan komitmen serius dalam menyampaikan kebutuhan akses internet serta pelatihan ToT talenta digital bagi ASN,” ujarnya.

Arnanto menjelaskan, Komdigi saat ini tengah mempercepat program Universal Service Obligation (USO) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti). “Tahun ini (2026) kami menargetkan penambahan ribuan alat penguat sinyal atau jaringan (Vsat) di daerah non-tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang dipasang di sekolah negeri dan keagamaan, pondok pesantren, serta puskesmas, termasuk di Provinsi Jambi,” jelasnya. Program tersebut, lanjut Arnanto, diusulkan melalui Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ia menambahkan, Provinsi Jambi akan menjadi salah satu wilayah prioritas karena dinilai memiliki sinergi yang baik dengan Komdigi. Audiensi itu menjadi momentum penting bagi Pemprov Jambi untuk mendorong percepatan transformasi digital hingga ke tingkat desa, sekaligus mengejar ketertinggalan akses internet dalam peta digital nasional.

Dalam audiensi tersebut, rombongan Pemprov Jambi terdiri dari perwakilan Diskominfo Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat; Batang Hari, Amir Hamzah; Kota Sungai Penuh, Yosrizal; Kerinci, Yuldi Candra; Tebo, Ruman Syahfudin; Merangin, A Khoirudin; dan Sekretaris Diskominfo Bungo, Ade Yusuf Abidin. Sementara dari Komdigi hadir Ketua Tim Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi Isnaldi, Ketua Tim Start Up Digital sekaligus Plh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Anka Raharja, PIC Supervisi Layanan Bakti Handoko, Staf Divisi Layanan TI Pemerintah, Direktorat Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah Satya Nugraha Adikara, serta sejumlah pejabat dan tenaga ahli kementerian, yakni Maureethania, Sekarwati, Muhammad Safii, dan Widhi Adriansyah.

Pencarian


Berita Terbaru

Laporan Cuaca di Jambi

Sumber Data Cuaca: prakiraan cuaca