Artikel
Kolaborasi Program GENTING dan MBG dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Jambi
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta dipengaruhi oleh infeksi berulang dan faktor lingkungan. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar berdasarkan usia menurut standar pertumbuhan anak.
Berdaasarkan data SSGI tahun 2024 bahwa Provinsi Jambi sebesar 14,9%. Sedangkan target penurunan prevalensi stunting Provinsi Jambi tahun 2025 sebesar 11,5%. Artinya, Indonesia termasuk Provinsi Jambi, masih menghadapi tantangan serius dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Jika ditarik pada konteks daerah, Provinsi Jambi juga menjadi bagian dari wilayah prioritas penanganan stunting nasional. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Provinsi Jambi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren menurun, namun masih memerlukan penguatan intervensi spesifik dan sensitif, terutama di wilayah kantong kemiskinan dan daerah dengan akses sanitasi serta air bersih yang terbatas. Di Kota Jambi sendiri, meskipun akses layanan kesehatan relatif lebih baik dibanding kabupaten lain, tantangan tetap ada pada aspek pola asuh, ketahanan pangan keluarga, serta sanitasi lingkungan di beberapa kawasan padat penduduk.
Permasalahan stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh luas terhadap perkembangan otak, daya tahan tubuh, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa dewasa. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia daerah. Berdasarkan laporan United Nations Children's Fund (UNICEF) tahun 2023, setiap kenaikan 1% prevalensi stunting berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang hingga 0,5%. Artinya, apabila angka stunting di Provinsi Jambi tidak ditekan secara signifikan, maka dampaknya bukan hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada daya saing ekonomi daerah.
Di tengah tantangan tersebut, hadir dua program strategis yang berpotensi saling menguatkan, yaitu Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional.
Di Provinsi Jambi, implementasi Program GENTING memiliki relevansi tinggi karena pendekatannya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menyasar faktor determinan lain penyebab stunting. Bantuan Rumah Layak Huni (RLH), akses air bersih, jamban sehat, edukasi keluarga, hingga Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) menjadi intervensi sensitif yang sangat dibutuhkan, terutama di wilayah pinggiran Kota Jambi dan kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif lebih tinggi. Permasalahan sanitasi dan akses air bersih masih menjadi faktor risiko penting terhadap kejadian infeksi berulang pada anak, yang pada akhirnya memperburuk status gizi.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis dalam intervensi spesifik gizi. Penyediaan makanan bergizi secara gratis di sekolah atau komunitas dapat membantu memastikan anak-anak dari keluarga rentan di Kota Jambi memperoleh asupan protein, zat besi, dan mikronutrien penting lainnya. Program ini bukan hanya berdampak pada peningkatan status gizi, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar siswa.
Apabila dalam implementasinya di Jambi pemerintah daerah memprioritaskan bahan pangan dari petani lokal dan melibatkan UMKM setempat, maka akan tercipta efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Petani, pelaku usaha kecil, hingga sektor distribusi akan memperoleh manfaat ekonomi langsung. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi program kesehatan, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi lokal.
Kolaborasi antara GENTING dan MBG di Provinsi Jambi berpotensi menjadi model intervensi komprehensif: GENTING memperbaiki faktor lingkungan, sanitasi, dan ketahanan ekonomi keluarga; sedangkan MBG memastikan kecukupan asupan gizi anak. Jika keduanya berjalan sinergis dan terintegrasi dengan data by name by address, maka target percepatan penurunan stunting di Jambi dapat tercapai secara lebih terukur.
Pada akhirnya, upaya mewujudkan Jambi bebas stunting bukan hanya tentang memenuhi target angka statistik, tetapi tentang menyiapkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan produktif. Dengan komitmen pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat, Provinsi Jambi dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bebas stunting.
Sumber Data :
- United Nations Children's Fund (UNICEF), 2023, Laporan analisis dampak ekonomi stunting terhadap produktivitas jangka panjang.
- Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kementerian Kesehatan RI (data Provinsi Jambi).
Penulis : Maya Septiani
“Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan organisasi.”
